Padang | Mahasiswa Universitas Adzkia melaksanakan pelatihan pembuatan minuman herbal bagi kelompok ibu-ibu PKK di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Mahasiswa Berdampak yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan pascabencana.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan herbal lokal menjadi minuman sehat yang memiliki nilai manfaat kesehatan sekaligus potensi ekonomi.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan berbagai jenis bahan herbal seperti jahe, kunyit, dan sereh yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selanjutnya, para peserta mempraktikkan secara langsung proses pembuatan minuman herbal mulai dari pencucian bahan, pemotongan, perebusan, hingga proses penyaringan dan pengemasan produk.
Mahasiswa juga memperkenalkan penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengolahan minuman herbal yang dapat membantu mempercepat proses produksi serta meningkatkan efisiensi kerja.
Melalui rangkaian pelatihan tersebut, masyarakat bersama mahasiswa berhasil menghasilkan empat jenis produk minuman herbal yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha rumah tangga berbasis potensi lokal.
Ketua Pelaksana kegiatan, Relifra, SE., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
“Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan alami yang ada di sekitar mereka menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain menyehatkan, minuman herbal juga memiliki peluang pasar yang cukup baik,” ujar Relifra.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Bencana Berbasis Ecopreneurship melalui Penguatan Usaha Minuman Herbal dan Kapasitas Sosial Masyarakat di Kelurahan Lambung Bukit Kota Padang.”
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Mahasiswa Berdampak yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Batu Busuk tidak hanya mampu memproduksi minuman herbal secara mandiri, tetapi juga dapat mengembangkannya sebagai usaha berbasis komunitas yang berkelanjutan.



0 Komentar